Terkini

Komunitas Biola Tangerang



Biola identik dengan musik orkestra– sebuah kelompok musisi yang memainkan alat musik bersama-sama dengan memainkan musik berirama klasik –. Selain mahal, memainkan biola juga tergolong sulit dan terkesan jaman dulu (Jadul). Wajar saja, hanya beberapa lembaga kurus musik yang menyediakan guru biola, terutama di Tangerang. Namun jangan patah semangat dulu, beberapa tahun lalu di Tangerang, sudah muncul kelompok penggemar biola yang bernaung dalam Komunitas Biola Tangerang (KTB).

Menurut Suprapto, sang Ketua KTB, tujuan awal berdirinya komunitas ini tak lain untuk memudahkan masyarakat yang mau belajar biola. Tidak hanya mereka yang serius untuk belajar memainkan biola, mereka yang hanya ingin tahu sejarah biola pun boleh bergabung. Biasanya, KTB berkumpul di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang, tiap Sabtu sore dan di Tangcity tiap Minggu Sore. Siapa saja boleh gabung dalam komunitas tersebut tanpa memandang usia dan pekerjaan.



“ Kini anggota KTB sudah berjumlah 15 orang,” kata Suprapto. Suprapto sendiri mengakui, awalnya tidak semua anggota bisa memainkan biola. Tapi berkat kemauan dan kerja keras untuk berlatih, mereka saat ini bisa memainkan biola.

Saat latihan anggota yang sudah paham mengenai biola akan mengajarkan kepada anggota lain. Seperti, cara pegang biola dan bow (gesekan), cara gesekan panjang, teknik penjarian, tangga nada dan lainnya Tidak usah takut untuk memulai bermain biola. Walaupun biola merupakan alat musik yang paling susah di antara alat musik yang lainnya karena memainkan nadanya harus tepat dan memakai perasaan. “Dengan niat dan tekad yang sungguh-sungguh pasti berasil,” ujar pria kurus ini.

Didirikan setahun lalu, kini KTB sudah banyak diakui. Bahkan KTB sering diajak manggung di di mal-mal di Tangerang untuk mengisi acara. KTB juga pernah mengiringi wayang beber metropolitan yang di selanggarakan di musium wayang, Jakarta. Malah suprapto juga pernah menjadi pembicara pada kegiatan yang diadakan oleh komunitas musik lain. Khususnya sebagai pembicara mengenai alat musik biola.

Suprapto menerangkan, biola identik dengan musik kaum mapan. Biasanya, para penggemarnya berasal dari kalangan elit yang suka dengan musik orkestra. Jadi wajar jika banyak kalangan menilai, musik yang diiringi biola merupakan musik jaman dulu. Dengan demikian orang yang memainkan dan mendengarkan juga adalah mereka yang sudah berusia setengah baya.

Namun hal itu ditepis Suprapto. Dia menuturkan, biola bisa mengiringi musik apapun. Mulai dari pop hingga ke rock. Jadi musik yang diiringi biola bukan lagi musik-musik jadul yang jelimet.“Jadi tidak perlu malu atau minder bila dibandingkan dengan musik aliran lain ,” katanya. Meski bisa mengiringi musik apapun, namun KTB fokus untuk membawakan lagu-lagu daerah. Ini sesuai dengan tujuan dibentuknya KTB yakni ingin melestarikan lagu-lagu daerah dan lagu nasional yang saat ini jarang dikenal masyarakat.



“Tidak jarang banyak orang yang tidak tahu lagu daerah maupun lagu nasional Indonesia,” katanya.Pria ramah ini mengatakan, sebenarnya Indonesia kaya akan lagu daerah. Contohnya, Aceh memiliki lagu Bungong Jeumpa, Jawa Barat ada lagu Manuk Dadali, Jakarta terkenal dengan lagu kicir-kicir dan sebagainya. Lagu daerah tersebut belum termasuk lagu nasional yang jumlahnya cukup banyak.“Kalau bukan kita yang melestarikan akan punah kekayaan lagu yang kita miliki,” ucap Suprapto.

Salah satu anggota KBT, Arifin Panji mengatakan ia senang dengan alat musik biola. Terutama mendengarkan suara yang dikeluarkan biola. “Begitu dengan suara biola pikiran jadi segar,” ujar Arifin Panji.
Selain itu sejak kecil dirinya juga senang mendengarkan musik klasik. Sehingga belajar dan mendengarkan suara biola sungguh menyejukkan hati. Dari sinilah ia mulai belajar bermain biola di KBT.

Mesti baru 3 bulan bergabung di KBT ia sudah bisa memainkan biola untuk mengiringi beberapa lagu. “Ternyata tidak susah belajar main biola,” tutup pria kelahiran Malang ini.

https://twitter.com/Biola_Tangerang

@Biola_Tangerang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mata Kota | Hello Tangerang Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.