Terkini

Topi Bambu, Ikon Tangerang Yang Terlupakan


Sejarah Singkat : Menurut sejarah dari penduduk sekitar. Di sana dahulu pada masa belanda merupakan pusat perdagangan para pengrajin topi Bambu melalui seorang saudagar Topi Bambu bernama Ki Sanaya yang merupakan salah satu anak buah dari Ki Bonteng seorang bangsawan dari etnis china di daerah Tangerang atau biasa di kenal China Benteng.



Adapun jalur perdagangannya sendiri dibawa ke daerah Tasikmalaya. Nah, kemunduran kerajinan Topi Bambu khas Tangerang di daerah ini sendiri terjadi ketika bencana alam saat letusan Gunung Galunggung 1984 (masih dalam proses klarifikasi dengan narasumber) yang mengakibatkan pusat perdagangan Topi Bambu mengalami hambatan. Sehingga beberapa pengrajin beralih profesi dari pengrajin Topi Bambu.

Menurut Informasi yang kami dapat di daerah Ranca Buaya masih banyak ibu ramah tangga yang memproduksi Topi Bambu, mereka biasanya dalam sehari bisa menghasilkan 5 – 10 anyaman yang umumnya di namakan Loso. Nantinya Loso-loso tersebut di kumpulkan oleh kolektor untuk di bawa ke pusat industriTopi Bambu supaya di proses lagi.

Asumsi kasarnya yang jika dalam satu kepala rumah tangga bisa menghasilkan 10 anyaman Loso maka selama seminggu bisa memproduksi 70 pcs. Harga Loso sendiri berkisar seharga kurang lebih Rp. 2.000,-. Jadi pendapatan dalam seminggu kurang lebih sebesar Rp. 140.000. Lumayan untuk menambah biaya hidup sehari-hari, bukan?




info lebih lanjut :
http://www.topibambu.com

ALAMAT GALERI TOPIBAMBU

Jl. Raya Serang KM 15
RT 01/01 No. 170
Desa. Cikupa Kec. Cikupa
Kab. Tangerang - Banten
15710 HP. 0813-8513-7473
Email: topibambu@gmail.com
PIN BB : 74C9F51E


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mata Kota | Hello Tangerang Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.