Terkini

Menengok Masjid Kali Pasir, Tangerang



Masjid Jami Kalipasir, Tangerang, berada di tengah pemukiman penduduk keturunan Tionghoa. Memiliki bangunan bercorak etnis China, masjid ini disebut sebagai yang tertua di wilayah Tangerang, Banten. Letak masjid sendiri berada di sebelah timur bantaran kali Cisadane. Persis di tengah pemukiman warga RT: 02/04, Kelurahan Sukasari.

Masjid yang memiliki luas sekitar 16x18 meter persegi itu didirikan sekitar 1700-an di kawasan pecinaan ini terletak di sebuah gang kecil tidak jauh dari Klenteng Bon Tek Bio di daerah Ki Samaun Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Meski sudah sangat tua, namun Masjid Kali Pasir hingga kini masih digunakan untuk beribadah umat Islam yang tinggal di sekitar masjid.

Sepintas, tidak ada yang istimewa dengan masjid yang satu ini. Semuanya tampak seperti bangunan masjid yang lainnya. Tapi jika melihat tahun pembuatan masjid ini, tentu tidak akan mengira jika usianya sekitar 308 tahun.

Dari informasi yang dihimpun, Masjid Kali Pasir merupakan warisan leluhur Kerajaan Pajajaran. Di sebut Masjid Kali Pasir karena memang lokasi masjid tersebut bernama Kampung Kali Pasir.
Masjid ini sendiri dibangun pertama kali oleh Tumenggung Pamit Wijaya, seorang utusan dari Kerajaan Pajajaran. Sesuai dengan fungsinya, pembangunan masjid ini juga untuk beribadah umat Islam yang tinggal di tempat itu.

Pada Masjid Kali Pasir terdapat beberapa ciri khas, di antaranya tiang penyangga masjid yang terbuat dari kayu jati sebanyak empat buah. Sampai saat ini, tiang penyangga tersebut masih kokoh dan belum pernah mengalami penggantian. Selain tiang penyangga, bagian yang merupakan wujud aslinya semenjak pertama kali dibangun adalah sebuah kubah kecil.

Semenjak dibangun pada tahun 1700-an, Masjid Kali Pasir telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pertama kali dipugar oleh Idar Dilaga pada tahun 1830. Pada saat itu bagian yang dipugar hanya bagian yang sudah keropos saja. Kemudian pemugaran kedua dilakukan pada tahun 1904, yaitu pada bagian menara.
Sedangkan pemugaran ketiga dilakukan pada 24 April 1959 pada bagian masjid dan menara juga tidak luput dari pemugaran. Terakhir, pemugaran dilakukan pada tahun 1961.

Pada saat pemugaran yang terakhir ini, hanya menyisakan beberapa bangunan aslinya. Menurut Engi (60), sesepuh kampung Kali Pasir bangunan asli yang terdapat pada masjid Kali Pasir hanya beberapa saja, seperti tiang penyangga dari kayu jati dan kubah. “Sedangkan menara bukan lagi bawaan aslinya,” ucap Engi.

Di belakang masjid ini juga terdapat makam Bupati Tangerang yang bernama Raden H Ahmad Penna. Tapi sangat disayangkan, keberadaan makam tokoh Tangerang ini tidak diketahui oleh khalayak umum. Selain itu, keberadaan makam juga kurang terawat dengan baik, padahal makam ini sering dikunjungi peziarah.

Apa saja kegiatan yang dilakukan di Masjid Jami Kalipasir? sebagai tempat ibadah dan pengajian. Termasuk juga pada bulan puasa. Hanya saja, pada peringatan Maulid Nabi, warga sekitar membuat perahu besar yang di arak keliling kawasan pasar lama. “Pesan yang ingin disampaikan adalah mengingat dakwah Islam yang dulu pernah dilakukan melalui pesisir pantai oleh para mebaligh, dan tidak menghilangkat tradisi yang sudah ada sejak dahulu."






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mata Kota | Hello Tangerang Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.